Pada minggu ketdelapan mata kuliah Etika Profesi,Kamis 24 Oktober 2024, diberikan tugas tentang meresume, saya Bayu Aji Nugroho dengan NIM 242410102090 mahasiswa Universitas Jember akan meresume tentang materi "Etika Bisnis"
Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang
bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi, mendistribusikan, dan
mempertukarkan barang atau jasa. Ini mencakup pasar, produk/jasa, pelanggan,
manajemen, pemasaran, keuntungan, dan inovasi. Tujuan utama dari penjualan
produk/jasa adalah untuk menghasilkan keuntungan. Perusahaan swasta, perusahaan
keluarga, perusahaan publik, atau bisnis sosial adalah beberapa contoh jenis
bisnis.
Etika Bisnis
Suatu bentuk etika profesi yang
mengatur prinsip etika dan masalah etika dalam lingkungan bisnis. Ini berlaku
untuk semua aspek bisnis, mulai dari produksi, distribusi, pemasaran,
penjualan, dan konsumsi barang dan jasa. Prinsip-prinsip ini berasal dari individu,
aturan organisasi, dan sistem hukum yang berlaku.
- Morality
(Moralitas): Mengacu pada prinsip-prinsip atau norma-nilai moral yang
mengatur perilaku individu atau organisasi dalam konteks bisnis. Etika
bisnis yang baik mencakup keputusan dan tindakan yang sesuai dengan
standar moral.
- Behavior
(Perilaku): Menggambarkan tindakan dan reaksi individu atau organisasi
dalam konteks bisnis. Etika bisnis menekankan pentingnya perilaku yang
konsisten dengan nilai-nilai moral dan norma-norma yang diterima.
- Trust
(Kepercayaan): Kesediaan untuk mempercayai dan diandalkan oleh pihak lain.
Etika bisnis yang baik membangun kepercayaan melalui konsistensi,
integritas, dan transparansi dalam interaksi bisnis.
- Reliability
(Keandalan): Konsistensi dalam memenuhi kewajiban dan janji-janji bisnis.
Etika bisnis yang mengutamakan keandalan memberikan keyakinan kepada pihak
lain bahwa bisnis dapat diandalkan.
- Responsibility
(Tanggung Jawab): Kesadaran terhadap dampak sosial dan lingkungan dari
keputusan dan tindakan bisnis. Etika bisnis mencakup tanggung jawab
terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat.
- Principle
(Prinsip): Nilai-nilai atau norma-norma etis yang membimbing keputusan dan
tindakan bisnis. Prinsip-prinsip ini mencerminkan standar moral yang
dipegang oleh bisnis.
- Relationship
(Hubungan): Interaksi dan keterkaitan antara bisnis dan pemangku
kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis. Etika bisnis
memperkuat hubungan melalui perilaku yang adil, jujur, dan saling
menghormati.
Sonny Keraf, 1998 :
- Prinsip
Otonomi : kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan
kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab
secara moral atas keputusan yang diambil.
- Prinsip
Kejujuran : bisnis tidak akan tahan lama jika tidak dilandasi kejujuran
karena kejujuran kunci keberhasilan suatu bisnis
- Prinsip
Keadilan : tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai
dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan
haknya.
- Prinsip
Saling Menguntungkan : agar semua pihak berusaha untuk saling
menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif
- Prinsip
Integritas Moral : para pelaku bisnis harus menjaga nama baik pribadi dan
perusahaan/organisasi agar tetap dipercaya dan berintegritas
tinggi.
Sumber: Caux Round Table
- Tanggung
jawab bisnis: dari shareholders ke stakeholders
- Dampak
ekonomis dan sosial dari bisnis : menuju inovasi, keadilan dan komunitas
dunia
- Perilaku
bisnis: dari hukum yang tersurat ke semangat saling percaya
- Sikap
menghormati aturan
- Dukungan
bagi perdagangan multilateral
- Sikap
hormat (memperhatikan) lingkungan alam
- Menghindari
operasi-operasi bisnis yang tidak etis
Masalah dalam Etika Bisnis
Terdapat berbagai masalah yang
dapat muncul dalam konteks etika bisnis. Beberapa masalah umumnya melibatkan
konflik antara keuntungan finansial dan tanggung jawab sosial, serta
ketidaksetaraan dalam perlakuan terhadap berbagai pemangku kepentingan. Beberapa
masalah umum dalam etika bisnis seperti penipuan, paksaan, pencurian,
penyuapan, dan diskriminasi
Mengatasi masalah-masalah ini
memerlukan adopsi praktik bisnis yang etis, kepatuhan terhadap regulasi, dan
kesadaran akan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis. Etika bisnis
yang baik adalah landasan bagi keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang
suatu bisnis.
E-Commerce adalah kemampuan bisnis
untuk memiliki situs web dinamis (dynamic presence) di internet yang dapat
digunakan untuk menjalankan bisnis secara elektronik, atau dengan kata lain,
memiliki sebuah toko online (Chitrangda, 2014). Kelebihan terbesar dari
e-Commerce adalah kemampuan untuk memastikan bahwa transaksi belanja online
aman dan verifikasi dan pembayaran dapat dilakukan hampir secara instan.
E-commerce jauh lebih unggul daripada toko konvensional dalam hal biaya dan
jangkauan pasar.
Masalah dalam E-Commerce
Web Spoofing Cyber Squatting Privacy Invasion
Web Spoofing
Hacker membuat situs palsu yanghampir mirip dengan situs asli untuk menarik konsumen untuk memberikan nomor kartu kredit atau data penting lainnya. Misalnya, www.microsoft.com. Banyak pengguna terkadang tidak sengaja dan tidak sadar bahwa situs tersebut bukanlah situs asli microsoft.
Cyber Squatting
Seseorang menggunakan nama domain
milik organisasi terkenal, tujuannya untuk melanggar trademark. Kemudian
memeras pemilik trademark aslinya dan mematok harga yang jauh lebih mahal.
Biasanya menambahkan kata-kata yang merusak citra organisasi pemilik trademark
tersebut. Misalnya www.walmartsucks.com
Masalah penyalahgunaan informasi
pribadi konsumen. Privacy invasion dapat dilakukan dengan 3 cara:
- e-Commerce
membeli informasi individu seperti detail personal, shopping habit, dan
pola kunjungan website. Kemudian dijual kepada perusahaan untuk pemasaran
produk.
- Informasi
pribadi “dicegat/interrupt” oleh pihak yang tidak seharusnya mengetahui
informasi pribadi kita,
- Malware
yang disisipkan melalui web yang merekam seluruh aktivitas konsumen pada
website yang disimpan pada cookies
Pembajakan online yang melanggar hak atas kekayaan intelektual seperti e-book, musik, video dll.
Email Spamming
Spamming melalui email yang pernah
dimasukkan oleh konsumen. Kemudian dijadikan sebagai “pasar” untuk mengiklankan
produk secara berkala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar