Tugas Analisis: Etika Bisnis
GO-JEK) merupakan sebuah perusahaan
teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui
jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada
tahun 2009 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Saat
ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia. Hingga bulan Juni
2006, aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google
Play pada sistem operasi Android dan telah tersedia di APP
Store. Gojek juga mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay.
Selain di Indonesia, layanan Gojek kini telah tersedia di Vietnam dan Singapura.
Pada 17 Mei 2021,
Tokopedia dan Gojek mengumumkan resmi merger dan membentuk Grup GoTo Nama
GoTo sendiri berasal dari singkatan Gojek dan Tokopedia dan juga berasal
dari kata gotong-royong.
Latar Belakang Kasus:
Go-Jek adalah perusahaan teknologi transportasi asal Indonesia yang menyediakan layanan ojek online, pengiriman makanan, dan berbagai layanan lainnya.Pada suatu waktu, Go-Jek menghadapi tuduhan terkait pelanggaran privasi data pengguna.
Isu Etika:Diduga ada kebocoran data pribai pengguna yang melibatkan informasi sensitif pada tanggal 23 Agustus 2022 dan juga adanya potensi keamanan yang lemah dalam sistem yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola data,kurangnya informasi kepada pengguna tentang bagaimana data mereka dikelola dan dilindungi.
Dampak Terhadap Berbagai Pihak:
Pengguna aplikasi GO-JEK merasa data pribadi mereka berisiko disalahgunakan yang rentan terhadap penyalahgunaan ,seperti penipuan,pencurian dan peretasan.
Kepercayaan publik menimbulkan menurunnya kepercayaan terhadap platform GO-JEK sebagai penyedia layanan yang aman
Prinsip-Prinsip Etika Bisnis dan Langkah-Langkah yang harus Diperbaiki :
1. Kejujuran
- Implementasi: Dalam semua komunikasi dan transaksi, perusahaan harus jujur dengan pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya.
- Contoh: Memberikan informasi yang akurat dan lengkap tentang produk atau layanan, serta menghindari klaim yang menyesatkan.
2. Integritas
- Implementasi: Menjaga integritas berarti bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika, bahkan jika itu berarti mengambil keputusan yang sulit.
- Contoh: Menolak terlibat dalam praktik korupsi atau penipuan, meskipun bisa memberikan keuntungan jangka pendek.
3. Transparansi
- Implementasi: Perusahaan harus terbuka tentang kebijakan, praktik, dan data penting yang mungkin mempengaruhi pemangku kepentingan.
- Contoh: Mengkomunikasikan kebijakan privasi secara jelas kepada pengguna dan memberi tahu mereka tentang bagaimana data mereka akan digunakan.
4. Keadilan
- Implementasi: Menjamin bahwa semua pemangku kepentingan diperlakukan dengan adil dan setara.
- Contoh: Memberikan kesempatan yang sama untuk semua karyawan tanpa diskriminasi berdasarkan ras, gender, atau agama.
5. Tanggung Jawab Sosial
- Implementasi: Perusahaan harus bertanggung jawab atas dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
- Contoh: Menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan, serta berinvestasi dalam inisiatif sosial yang memberikan dampak positif bagi komunitas lokal.
6. Akuntabilitas
- Implementasi: Perusahaan harus siap untuk bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka.
- Contoh: Jika terjadi kesalahan, perusahaan segera mengakui kesalahan tersebut, meminta maaf, dan mengambil langkah untuk memperbaikinya serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
7. Penghormatan terhadap Hak dan Kebebasan Individu
- Implementasi: Menghormati hak asasi manusia dalam setiap aspek operasi bisnis.
- Contoh: Memastikan kondisi kerja yang aman dan sehat bagi karyawan, serta menghormati privasi mereka.
8. Keberlanjutan
- Implementasi: Mengadopsi praktik yang mendukung keberlanjutan jangka panjang lingkungan dan sumber daya.
- Contoh: Menggunakan bahan baku yang dapat diperbarui dan mengurangi jejak karbon operasional perusahaan.
9. Profesionalisme
- Implementasi: Menjalankan bisnis dengan standar profesionalisme yang tinggi dalam segala situasi.
- Contoh: Memberikan pelatihan berkelanjutan kepada karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan etika kerja mereka.
Langkah Perbaikan yang Diambil: GO-JEK meningkatkan keamanan data dengan memperbarui sistem mereka dan memperketat kebijakan privasi.Mereka juga mengedukasi pengguna tentang cara melindungi data pribadi mereka.
Dampak Jangka Panjang:
kasus ini bisa memengaruhi reputasi GO-JEK yang jelek dimata publik dan meningkatkan atau menurunkan kepercayaan pelanggan tergantung pada respons perusahaan serta mendorong perusahaan lain untuk lebih memperhatikan privasi dan keamanan data.
Rekomendasi Perbaikan:
- perubahan prosedur bisnis: implementasi prosedur keamanan data yang lebih ketat.
- kebijakan Internal : Memperbarui dan memperketat kebijakan privasi.
- Pelatihan Etika : Mengadakan pelatihan etika dan keamanan data bagi karyawan dan manajemen.





